Jadi Turis di Kota Sendiri

Hai! Seneng rasanya bisa nulis random lagi. Kali ini aku bakal cerita gimana rasanya liburan murah tapi tetep menyenangkan. Selain hibernasi di rumah seharian sambil nonton serial drama kesayangan, ada hal lain yang bisa dilakuin kalo kamu lagi bosen pas weekend. Tak lain dan tak bukan adalah jadi turis di ‘rumah’ sendiri. Rumah di sini adalah kota dimana kamu tinggal rek! Kebetulan aku tinggalnya di Sidoarjo, tapi kerja di Surabaya. Jadi Sidoarjo – Surabaya sama aja, sama-sama rumah buatku hahah.

And the story begin…

Berawal dari niat geng pokemon-go di kantor yang pengen nangkepin para pokemon di Kenjeran, akupun langsung teriak dan mendaftarkan diri ke dalam perburuan harta karun mereka. Bukan buat ikutan nyari pokemon, tapi pengen hunting foto-foto sekalian pengen liat Jembatan Suroboyo yang masih kinyis-kinyis karena baru diresmikan pada 9 Juli 2016 kemarin. Janjinya sih hari Sabtu jam 10 pagi ketemuan di kantor, eh ternyata…

Sabtu (30/7) 11:00 WID (Waktu Indonesia bagian Ditha)

Telaaattt… *hosh *hosh *hosh. Kirain udah pada ngumpul ternyata baru ada Mas Dundhee dan Mas Allan Subagio. Kurang empat personel nih. Begitu dihubungin dua personel gugur. “Mana nih ketua panitianya?” Tanyaku. “Langsung nyusul kesana, dia naik sepeda.” Jawab Mas Allan dengan suara bergetar. Ehh permisi, 15 km ditempuh dengan sepeda ongkel panas-panas begini yasalaaam.. tinggal personel terakhir nih, begitu dihubungin, nyambung, disuruh ngampirin. Ok sip! Let’s goo…!

Sabtu (30/7) 12:00 WIB

Sesuai dengan rencana awal, kami berempat menuju kawasan pantai Kenjeran lama dimana terdapat beragam pokemon unik dan juga beberapa post stop. Di luar dugaan, dikiranya sepi ternyata barisannya sudah sepanjang antrian BPJS di rumah sakit. Panjaaang dan banyaaakk.

Karena sudah sampai kamipun parkir dan membaur bersama pokemon trainer lainnya. Begitu parkir, you know lah siapa yang menghampiri kami dengan wajah tak berdosa sambil kibas-kibas rambut dan uang lecek di tangan kirinya. “Lima ribu mas” kata pak Parkir dengan suara mendayu-dayu bagaikan Meggy Z menyanyikan lagu anggur merah. Satu kata buat pak parkir, wth. Mahal. Amit.

Tak lama kemudian sang ketua panitia kami datang dengan sepeda gunung mahalnya, lengkap bersama helm, kacamata bulat, bluetooth headphone, floral jacket, dan gadget di lengannya. Fabulous! Dari jarak 100 meter kami sudah paham bahwa dia adalah ketua geng Poke the explorer Sabtu itu.

Satu jam berlalu, kami memutuskan untuk mencari AC. Surabaya panas bruh. Akhirnya kami memutuskan untuk ngadem di fast food restaurant di daerah Mulyosari. Niatnya sih nyari pokemon, tapi ujung-ujungnya ngobrooll ngalor ngidul sambil tinder-an sampai jam 4 sore hahaha.

Sudah sore kami memutuskan untuk lanjut nongkrong di Klenteng Sanggar Agung, tapi sayangnya Mas Allan dan Ang harus pulang karena ada kerjaan di rumah. Jadi cuma aku, Mas Dundhee, dan Mas Jivat yang lanjut. Iya nama ketua panitia kita Jivat namanya.

Cuma butuh 10 menit untuk sampai di lokasi dari tempat nongkrong kedua kami. Kebetulan destinasi kami selanjutnya berada di dalam Kenpark. Jadi mau ga mau masuknya harus lewat gate Kenpark dan merogoh kocek sebesar 15 ribu per motor atau lima ribu rupiah per orang. Di tiketnya tertulis “Tunjukkan tiket parkir ini untuk bebas parkir” kira-kira inti tulisannya begitu. Tapi praktiknya masih banyak ‘petugas keamanan’ ilegal yang majekin kita, duh!

Begitu sampai, rasanya seneng banget! Akhirnyaaaaaaaaa i got to see what i wanted to see. Terakhir ngelihat patung Dewi Kwan Im pas aku masih kecil banget dan kayanya ga sampe masuk karena aku ga pernah inget ada patung Buddha Empat Wajah di situ. Yaudah sih, langsung lah foto-foto di area situ. Dan ini hasilnya..

Tips

  • Buat pokemon trainer yang mau nongkrong di Kenjeran, pastiin kamu berangkat dengan membawa bekal. Selain power bank dan paket kuota/wifi, topi dan juga sunblock, bawa juga bekal makanan & minuman plus uang receh buat parkir T_T
  • Kalo kamu mau ngeliat sunset di bawah patung Dewi Kwan Im, kamu salah lokasi karena ga bisa dilihat dari situ.
  • Disaranin yang ke Kenpark naik motor jangan sendirian! Rugi. Selain ga enak dipandang juga biar hemat ongkos masuk.
  • Kalau perginya pas tanggal tua, jangan gaya makan di fast food resto, makan di warung aja. Bye!

Total Pengeluaran

Parkir Pokemon : Rp. 5000/motor

HTM Kenpar        : Rp. 15.000/motor

Parkir (lagi)          : Rp. 2000/motor

Pentol                     : Rp. 5000

Bensin                    : tergantung motor kamu atau bukan

Makan siang         : Rp. 50.000

Total                        : +/- Rp. 75.000,-

Cukup murah kan kalau perginya rame-rame. Liburan ga perlu jauh, yang bikin seru tuh kita sendiri kog rek! (Bersambung)

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

Create a website or blog at WordPress.com

Up ↑

%d bloggers like this: